April 17, 2026

Era Nurza

Merdeka berdiri di podium
bersuara lantang seakan singa
padahal ia hanyalah burung kertas
yang sayapnya digunting janji

Ia menepuk dada dengan gagah
namun di perutnya, lapar rakyat bergemuruh
di tenggorokannya, suara petani tersedak hutang
dan di matanya, pekerja hanyalah angka
yang bisa dihapus kapan saja

Merdeka menari di layar kaca
tersenyum manis seperti dewi
tapi di jalanan ia menginjak bocah
yang menjual mimpi dengan keringat receh

Ia berteriak, “Aku hidup!”
padahal tubuhnya keropos
dihuni rayap korupsi
dijadikan boneka bagi tangan-tangan tamak
yang tak kenal kata cukup

Jika merdeka masih hanya slogan
ia tak lebih dari hantu yang berdandan bendera
menakut-nakuti yang lelah berharap

Merdeka itu omong kosong
bila perut tetap kosong
bila suara dibungkam
bila keadilan dipenjara
Namun
aku masih menulis namanya di kertas
bukan karena percaya penuh
tapi karena aku ingin kelak
ia benar-benar hidup
bukan sekadar topeng yang dipuja
setiap Agustus

Padang, Agustus 2025