PENANTIAN
Oleh: Rizal Tanjung
–
di tepi laut yang tak lelah berbisik,
aku duduk dalam sunyi yang melarik,
angin membelai gaun lusuhku perlahan,
membawa rindu yang karam dalam gelombang.
ombak yang datang dan pergi begitu setia,
namun kau, kasih, mengapa tak juga tiba?
aku titipkan namamu di setiap buih,
namun angin hanya menjawab lirih.
mataku menatap cakrawala biru,
tempat bayangmu selalu kurindu,
langit menari dengan warna senja,
seperti kisah kita yang memudar tanpa suara.
di tanganku, sekuntum mawar merah,
seperti hatiku yang tetap menyala,
walau luka telah menjadi rumah,
dan janji tinggal sisa kata.
kujahit harap dengan benang waktu,
meski kusadari, ia rapuh selalu,
takdir mengukir garis di pasir,
yang sekejap lenyap tersapu takdir.
aku menunggumu di ujung cahaya,
di tebing sepi tempat cinta berdoa,
namun, kasih, mungkinkah engkau lupa?
ataukah aku hanya bayang dalam masa?
biar laut merangkul seluruh luka,
biar angin mencumbu air mata,
jika kau tak pernah pulang,
setidaknya aku telah menjadi puisi di tepi penantian.
2024