April 17, 2026
a6

Puisi Anto Narasoma

inilah burung-burung dewa ; yang mencericit ke udara bebas, setelah
kaitan jiwa selalu pasrah
atas segala dosa

dari mata dan paruh
yang mengungkap doa,
burung-burung pipit
tersenyum putih bagi wajah-wajah patung
yang berdiri di vihara chandra nadi

asap hio dan suara doa
menitikkan permohonan
bagi wajah-wajah tionghoa di dinding kelenteng bertata lilitan naga

terbanglah burung-burung dewa
ke tanah asal,
setelah permintaan itu menjadi asap hio dari tangan pemohon doa
hingga hari-hari berlalu
setelah imlek

lalu,
burung-burung fungshen
di kandang itu,
kau bawa tradisi lama
yang mewarnai dinding klenteng soei goeat kiong
di tanah sriwijaya

maka terbanglah
sekali lagi ; karena percikan noda
akan kau tebarkan
sebagai sayap penghapus dosa
di dalam tradisimu

Palembang
5 Juni 2024