March 12, 2026

yusuf achmad- Bilintention

Surabaya, 11-11-2013

Demi bilangan ganjil,
Allah bersumpah di balik tirai rahasia
Ganjilkah sumpah-Nya?
Laknat bagi yang meragukan hakikat-Nya
Mutlak yang teguh — meski terbingkai ganjil
Takkan terpasung oleh hitungan fana

Jika hari ini genap yang diselubung ganjil
Ganjillah langkahku, nadiku beriring lirih
Benakku menafsir takdir dalam irama ganjil
O ganjil — wajah hari-hariku penuh teka

Ganjil hidup yang kuayun perlahan
Namun tak terganjil keyakinan yang kupeluk erat
Ganjil hasratku saat dirimu tiada
Lalu anganku melayang pada Ka’bah

Ganjil waktuku kala sunyi menjamu
Engkau ganjilku — sebutir rindu di sudut malam
Ganjilkah aku dalam matamu?
Kangenku menapak jejak Masjidil Haram

Atau kamu — ganjil yang tak terdefinisi
Selalu, batinku berdetak dalam ganjil
Ganjil kala tak kudengar suaramu
Ganjil wajahmu — tersamar dalam peluk mimpi

Ganjilmu — serupa rahasia yang tak selesai
Aku ganjil, kamu ganjil
Namun ganjil kita — melangkah dalam takdir yang belum terurai

Jika keganjilan adalah titah-Nya
Maka istriku — kuterima sebagai takdir suci
Kutempuh jalanku menuju rumahmu
Dengan yakin yang tak terganjilkan