April 17, 2026
rumah bintang lima

Oleh: Rosadi Jamani

Beberapa tahun lalu, saya pernah ke Palangkaraya Kalteng. Kotanya tidak terlalu ramai, juga tidak sepi. Kota yang didirikan Soekarno tahun 1957 ini ada menyimpan cerita heboh. Ada rumah terlihat bedeng dari luar, didalamnya mirip hotel bintang lima. Siapa yang punya?

Sambil menunggu magrib tiba, ngopi di teras rumah, yok kita ghibahin pemilik rumah yang menyedot perhatian nasional.

Rumah bedeng itu terlihat sederhana. Mirip gubuk di kampung. Itu tak lebih dari sekadar tempat berteduh dari panas dan hujan. Siap-siaplah terkejut! Ternyata bedeng itu bisa lebih mewah dari hotel bintang lima. Itulah rumah Salihin alias Saleh. Siapa dia? Bos kartel narkoba di Palangka Raya. Rumahnya, yang bikin semua tertipu. “Jangan lihat dari penampilan”.

Bayangkan, wak! Sebuah rumah yang dari luar kelihatan kayak bedeng yang cuma pas buat nyimpen sapu dan ember pel, ternyata di dalamnya ada bathtub, shower, dan segala fasilitas kelas sultan. Kalau turis asing lewat, pasti mikir ini rumah adat. Tapi begitu masuk, malah berasa masuk penthouse Jakarta Pusat!

Pada 2 September 2024, BNN berhasil membongkar keindahan tersembunyi ini. Para petugas BNN datang dengan ekspektasi “ini pasti cuma sarang tikus,” eh, ternyata langsung kecele lihat toilet duduk dan bathtub bersinar-sinar. Rupanya, di situ Saleh sering gelar ‘pesta pora’ dengan wanita-wanita simpanannya. Sudah kayak raja minyak yang kesasar di tengah kampung, kan?

Momen penggerebekannya benar-benar terasa seperti adegan klimaks di film action. Di mana penjahat berkelas dunia tertangkap di lokasi persembunyian. Ya Tuhan, ternyata lebih Instagramable dari pada villa di Bali! Sudah pasti BNN juga sempat tertegun sejenak sambil berkata dalam hati, “Wah, rugi nih kalau gak selfie dulu.”

Serius, ini pelajaran penting banget buat kita semua. Jangan pernah menilai bedeng dari tampilan luarnya. Bisa-bisa kita malah terkecoh sama ‘bos besar’ yang ternyata hidup kayak raja di dalamnya. Kata orang, “hidup itu sederhana,” tapi Saleh kayaknya lebih setuju dengan pepatah, “kesederhanaan itu cuma di luar, mewahnya biar disimpan di dalam.” Memang benar-benar filsafat hidup yang out-of-the-box, atau lebih tepatnya “out-of-bedeng.”

Sampai akhirnya Saleh harus menerima kenyataan pahit bahwa ‘kemewahan’ itu ternyata tak bisa menyelamatkan dirinya dari penjara. Dengan vonis 7 tahun dan denda Rp 1 miliar yang dia terima pada tahun 2022, bisa jadi ini adalah salah satu ‘investasi properti’ terburuk sepanjang sejarah kartel narkoba.

Mungkin lain kali, kalau ketemu rumah bedeng dengan plang “Tidak Menerima Kunjungan,” coba deh periksa dulu. Siapa tahu, ada penthouse tersembunyi di dalamnya. Jangan salah kaprah ya, jangan langsung dibongkar juga! Tetaplah hidup sederhana. Jangan sampai ketinggalan trend “bedeng rasa hotel bintang lima.”

Memang, hidup di era ini serba aneh. Mau mewah? Bedeng juga bisa!

Pantun lok wak!

Pergi ke pasar beli bawang merah,
Pulangnya bawa ayam dan jeroan.
Jangan tertipu dengan tampang murah,
Kadang bedeng isinya Sultan!

Ke sungai mancing dapat ikan patin,
Eh, pancingnya malah patah di tengah jalan.
Hidup ini penuh dengan kejut-kejutan,
Jangan kaget kalau bedeng jadi hotel bintang lima, kawan!

#camanewak