April 17, 2026
rosadi

Rosadi adalah Penulis SATUPENA Kalimantan Barat

Oleh:Rosadi

Kalau terjadi perang nuklir, dunia akan kiamat, apakah negara kita siap? Saya suka jawaban orang kita, “Soal kiamat itu urusan Tuhan. Kalau pun terjadi perang, itu sudah kehendak Tuhan.” Simpel, tak mutar-mutar, serahkan semua ke Tuhan. Selesai. Betul ndak wak.

Berbeda dengan orang Norwegia. Bila dunia mengalami kemungkinan terburuk, mereka sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka membangun Svalbard Global Seed Vault. “Ape age bende tu, Bang?” tanya budak Pontianak. Inilah yang dibahas di sela-sela menikmat kopi dan pisang goreng di hutan kota.

Yang belum tahu, Norwegia salah satu negara di Benua Eropa. Negara dingin ini telah melangkah ke depan dengan membangun Svalbard Global Seed Vault. Ini sebuah fasilitas tak kalah canggih dari markas superhero di film-film. Tapi jangan salah sangka. Ini bukan untuk menyimpan harta karun atau alat-alat rahasia, melainkan benih. Ya, benih tanaman! Mereka serius, wak!. Kalau kita sibuk menyelamatkan saldo e-wallet, Norwegia justru sibuk menyelamatkan masa depan jagung, padi, hingga kacang panjang.

Vault ini, yang oleh orang pintar disebut “Doomsday Vault”, dirancang untuk menghadapi semua skenario mengerikan. Dari perang nuklir (kaya di film sci-fi), perubahan iklim ekstrem (serem kayak es campur tanpa sirup), hingga konflik global yang bikin stok makanan kita sekarat. Kalau dunia ini meledak, setidaknya kita masih bisa menanam cabai, biar hidup tetap pedas, kan?

Svalbard ini letaknya di pulau Spitsbergen, dalam Lingkaran Arktik—tempat yang lebih dingin dari chat mantan. Vault ini dibangun di dalam gunung, yang kalau dilihat sekilas, tampak seperti markas rahasia James Bond. Norwegia, bersama Crop Trust dan Nordic Genetic Resource Center (NordGen), bekerja keras memastikan keanekaragaman tanaman pangan dunia tetap aman. Meskipun dunia di luar sana kacau balau. Sementara kita, mari ngopi sambil mikir, “Kapan nih, ketan hitam jadi tren kuliner lagi?”

Buat yang masih suka bilang “Hidup itu cuma sebentar, nikmati aja!” mungkin perlu mempertimbangkan apa yang dilakukan oleh orang Norwegia. Tidak hanya menikmati hidup, mereka memastikan bahwa generasi masa depan bisa menikmati nasi goreng dengan bahan-bahan yang disimpan di Vault ini. Bisa bayangin nggak kalau semua tanaman pangan musnah? Masa’ kita harus hidup dari mie instan selamanya? Padahal, Vault ini masih punya ruang untuk menampung hingga 4,5 juta sampel benih. Alias, benih-benih yang disimpan bisa bikin pertanian bangkit lagi kalau dunia berantakan. Itulah yang disebut “backup plan ala Norwegia.”

Ketika dunia mungkin sudah siap perang, Norwegia siap menanam kembali. Mereka tahu, benih-benih di Vault ini adalah kunci untuk masa depan. Sementara itu, kita? Masih sibuk nonton drama politik di medsos, berdebat nasab nasib soal siapa yang salah di acara gosip terbaru. Bahkan, sampai saat ini siapa pemilik akun Fufufafa masih menguras energi anak bangsa, ups.

Terus gimana sarannya, wak! Saran saya sih, buat Gudang Benih Nasional. Kalau sudah ada syukurlah. Lalu, lestarikan benih lokal, jangan dikit-dikit impor. Terakhir, berikan pendidikan pangan untuk generasi Z. Kopi pun habis, otw..

#camanewak