April 18, 2026

“Sabda Kasih dari Tanah Rantau: Suara Damai RD. Dominics Masriat dari UST Manila”

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Dalam suasana teduh pagi hari, Jumat, 5 Juni 2025, lantunan sabda penuh kasih bergema dari Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina.

Sosok yang menyampaikan pesan penuh damai ini adalah RD. Dominics Baldawins Masriat, seorang imam asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang kini melayani sebagai Pastor Mahasiswa di kampus ternama tersebut.

Dalam renungan pagi bertajuk “Sejenak Sabda”, RD. Dominics menyampaikan pesan-pesan mendalam yang menyentuh berbagai realitas hidup manusia, terutama tentang penerimaan, pengharapan, dan pentingnya membangun persatuan dalam kasih.

Diterima Tuhan Meski Dunia Menolak

Mengacu pada bacaan liturgi hari itu—Kisah Para Rasul 22:30; 23:6-11 dan Injil Yohanes 17:20-26—RD. Dominics mengajak umat untuk tidak putus asa ketika menghadapi penolakan dari sesama.

“Mungkin saat ini kita mengalami pengalaman ditolak oleh orang lain, tetapi ingatlah, Tuhan tidak pernah menolak kita. Tuhan menyertai dan menguatkan kita,” ucapnya dengan suara tenang namun menggugah.

Bagi RD. Dominics, kebenaran dan kebaikan yang terkadang tidak dihargai oleh dunia justru menjadi titik temu antara manusia dan kasih Tuhan yang tak terbatas. “Kuatkanlah hatimu,” pesannya kepada para mahasiswa dan umat yang hadir dalam perayaan pagi itu.

Merangkul Keberagaman, Membangun Persatuan

Tak hanya bicara soal iman pribadi, imam muda ini juga menyinggung pentingnya keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak umat untuk tidak terjebak dalam sekat-sekat perbedaan yang bisa menciptakan jarak dan kecurigaan.

“Keberagaman adalah kekayaan. Tapi apakah kita mampu membangun persatuan dalam kasih yang sempurna?” tanyanya retoris.

Menurutnya, persatuan itu dibangun dari kerendahan hati, sikap terbuka, dan semangat persahabatan antar manusia, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, atau pandangan hidup.

“Keberagaman itu keunikan yang harus kita syukuri. Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh, tapi sebagai peluang untuk saling memperkaya,” tambahnya.

Doa yang Menguatkan

Renungan itu ditutup dengan sebuah doa yang sederhana namun penuh makna:
“Ya Allah, semoga dengan berkat-Mu kami senantiasa dikuatkan untuk membangun persatuan dengan sesama kami.”

Di akhir permenungannya, RD. Dominics menyampaikan salam kasih dan doa dari tempat perutusannya, menandakan bahwa meskipun jauh dari tanah kelahiran, suaranya tetap menyentuh hati umat di mana pun berada.

Imam dari Timur yang Membawa Terang

RD. Dominics Baldawins Masriat adalah satu dari sedikit imam asal Indonesia yang berkarya di luar negeri, khususnya di Filipina.

Kehadirannya di UST Manila menjadi bukti bahwa putra-putra terbaik dari Kepulauan Tanimbar juga mampu membawa pesan perdamaian lintas bangsa dan budaya.

Di tengah dunia yang kerap dirundung konflik dan perpecahan, suara lembut dari Central Seminary pagi itu seakan menjadi oase: bahwa di mana pun berada, sabda Tuhan tetap hidup, disampaikan dengan hati, untuk membangun kasih di tengah keberagaman.