May 10, 2026
Ilustrasi: Pngtree/Arsiya Oganara

Ilustrasi: Pngtree/Arsiya Oganara

Oleh: Arsiya Oganara*

Suaraanaknegerinews.com – Surah Al Baqarah artinya sapi, masyarakat Indonesia biasa menggenalnya sapi betina. Ini merupakan surah kedua dalam Al Qur’an terdiri dari 286 ayat.  Surah ini termasuk golongan surah Madaniyah, artinya diturunkan setelah Rosulullah hijrah ke Madinah.

Pada masa Nabi Musa as diantara Bani Israil, terbunuhlah seorang tua kaya raya namun tidak diketahui siapa pembunuhnya, bahkan diantara mereka saling tuduh menuduh dan berbantahan. Akirnya, mereka meminta Nabi Musa as untuk mohon pada Allah tentang siapa pembunuhnya. Kisah ini diceritakan pada ayat 67 -73. Ini merupakan asbabunnuzul atau sebab penamaan surah Al Baqarah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir Al Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya M. Qutaish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Ayat 67 – 71, ayat ini menceritakan tentang Bani Israil dengan aneka nikmat yang dianugerahkan pada mereka serta berbagai kecaman atas sifat buruknya. Dalam rangka untuk mengetahu pembunuh seorang kaya raya maka Allah memerintahkan bani Israil untuk membunuh seekor sapi. Namun mereka enggan melaksanakannya.

Bisa jadi, Allah menginginkan sapi tiada lain untuk menghilangkan bekas-bekas penghormatan mereka pada sapi yang pernah disembah (ayat 51) serta menunjukkan kekuasaan-Nya, menghidupkan yang mati dari benda mati, serta memperlihatjkan beta luas pengetahuan-Nya.

Bani Israil Kembali menunjukkan keingkarannya, setidaknya ada empat pertanyaan yang memang tidak diperlukan, Sapi apakah itu? Berapa umurnya? Apa warnanya? Bagaimana Hakikatnya? Seharusnyan perintah Allah langsung diterima dan dilaksanakan. Kemudian, mereka menyembelihnya, dan hampir saja mereka tidak melaksanakan (perintah) itu.

Lalu, Ayat 72, pembunuhan orang tua kaya yang dilakukan oleh anak-anak pamanya pada hari penyembelihan sapi. Maka, Allah memerintahkan untuk menyembeli sapi, kemudian memukulkan bagian dari sapi ke orang yang terbunuh. Lalu, orang tua kaya itu hidup kembali dan memberitahukan siapa yang telah membunuhnya. Terakhir, ayat 73, Allah dengan mudah menghidupkan yang mati.

Seharusnya, orang-orang yang beriman langsung menerima dan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya serta menjauhi apasaja yang dilarang-Nya tanpa banyak pertanyaan dan alasan agar tidak melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. In syaa Alla, kita termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh pada risalah-Nya. Kabulkanlah permohonan kami. Wallahu a’lam bishowab.

*Profil Penulis:

Arsiya Heni Puspita – Arsiya Oganara adalah nama penanya. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan hobi membaca dan travelling.

Hobi ini pula yang mengantarkannya menjadi Professional Journalist yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan Kompeten.

Juga Professional Tourist Guide and Professional Tour Leader, Licensed and Certified dari Disparekraf DKI Jakarta dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.

Saat ini mulai merambah ke dunia sastra dan kegemarannya menulis tersalurkan dengan menulis cerpen, puisi, puisi esai, dan lainnya.

Arsiya Oganara sangat senang bertemu dengan orang baru, persahabatan bisa dilakukan melalui medsosnya. FB: Arsiya Heny Puspita. IG: arsiyahenyhdl. Email: hennyarsiya@gmail.com.