anto narasoma
kukirim surat ini
setelah daya ucap
di mulutku terbakar karena cinta
setelah kurangkai
dalam kalimat
penuh kata-kata
yang bersemayam jauh,
sepotong kertas ini pun tersenyum di wajahmu
setelah kau ucap
dalam ribuan kisah,
romeo dan juliet begitu jujur mengutarakan sepotong surat cinta ini ke pangkuanku
lama aku tercenung
dari balik pintu jendela kamarku. sebab dalam warna-warni cintaku yang memancar lewat lampu hias kamarku,
surat itu pun menitikkan air mata rindu
lalu aku menatap
kalimat terakhir
yang telah menanti lama
di persimpangan arah
maka,
dari kata-kata hatimu
yang kau ucap ketika hilang dari pelukanku ;
hanya sepotong surat inilah kegelisahan cintamu menjadi bayang-bayang yang menyelinap ke balik mimpiku
Palembang
31 Oktober 2025