Sinergi Brimob dan Petani: Jagung Pipil Hibrida Jadi Tumpuan Ketahanan Pangan di Tanimbar
Oleh: joko
Brimob Maluku Dampingi Petani Akyain, Jagung Hibrida Tumbuh Subur di Olilit, Siap Panen November
Penyiraman rutin jagung pipil hibrida menjadi bukti kepedulian Brimob terhadap kesejahteraan petani lokal, ladang seluas satu hektar di Dusun Akyain diproyeksikan hasilkan panen perdana akhir tahun.
http://suaraanaknegerinews.com | Tanimbar Selatan, Maluku – Di bawah terik matahari sore, tiga personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku turun langsung ke lahan jagung di Dusun Akyain, Desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, Minggu (14/9/25) pukul 16.15 WIT. Mereka melakukan penyiraman tanaman jagung hibrida sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan yang berlangsung di lahan seluas satu hektar milik Bapak Ivo Rananmase ini melibatkan kerja sama erat dengan Kelompok Tani Akyain Olilit Timur.
Hingga kini, setengah hektar lahan telah ditanami jagung pipil hibrida yang ditanam pada Juli 2025 dan dijadwalkan panen pada November mendatang. Harga jual jagung diperkirakan berada di kisaran Rp5.500 hingga Rp6.500 per kilogram.
Kebersamaan Aparat dan Petani
Tiga personel Brimob yang turun langsung ke lapangan adalah:
- BRIPKA Yan Mayaut, Banum Kompi 3 Batalyon C Pelopor.
- BRIPKA Stanislaus M. L. Kuway, S.H., Baur Provos Kompi 3 Batalyon C Pelopor.
- BHARAKA Simon Pariama, Tanit 4 Kompi 3 Batalyon C Pelopor.
Kehadiran aparat keamanan ini bukan hanya membantu teknis penyiraman, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para petani setempat. Kegiatan berjalan lancar dan situasi dilaporkan aman serta kondusif.
Harapan untuk Kemandirian Pangan
Jagung pipil hibrida ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan memberi tambahan penghasilan bagi petani lokal. Kolaborasi seperti ini juga menunjukkan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat hingga aparat keamanan.
“Pendampingan seperti ini membantu petani merasa diperhatikan dan termotivasi untuk mengelola lahannya lebih baik,” ujar seorang anggota kelompok tani yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, panen perdana pada November mendatang akan menjadi tolok ukur keberhasilan program ini.
#smlk