“Suara Sungai”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)
Ilustrasi "Suara Sungai": Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA). Sumber Gambar: Starcom Indonesia's Artworks No. 925-115 (Assisted by AI).
/1/
Suara Sungai
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Telah kau kenali
dari mata air yang
melahirkan riwayat,
mengalir antara tebing dan lembah,
menyimpan jejak di setiap
batu.
Sejak langkah pertama,
aku menyusuri tubuh bumi,
membawa serpih-serpih
kisah
yang tak pernah sempat
kuceritakan pada langit.
Tapi sungai tetap berlari,
tanpa pernah menoleh
pada namanya sendiri
meski di dasarnya,
tersimpan luka yang tak
lagi terasa.
Begitu jauh aku pergi,
meninggalkan bekas di
tepian tanah,
membawa air yang mereka
teguk,
meski tak lagi mereka
pikirkan sumbernya.
Maka adakah suara arusku
masih bisa mereka kenali,
di antara
jembatan-jembatan yang
tak lagi ingat
bahwa aku pernah
memberi mereka jalan?
Pada akhirnya,
aku tetap menuju laut,
memantulkan wajah langit
di permukaanku.
Aku bukan yang hilang,
hanya mencari tempat
di mana riwayatku bisa
terpantul kembali.
Yarra River, Melbourne,
Australia, 2012
/2/
Aku cahaya yang tak pernah pergi
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku datang bersama
embun,
menyusup di sela-sela
jendela,
menyentuh kelam yang
lupa pada terang.
Namun mereka menutup
pintu,
menganggap cahayaku
ancaman,
sebab tak ada yang siap
menatap terang sebelum
mereka mengerti artinya.
Maka aku diam di
sudut-sudut,
hanya menyisakan
bayangan
yang mereka kira milikku.
Sampai akhirnya gelap
menutup segalanya,
dan mereka mulai
mencariku,
mengira aku telah pergi.
Aku cahaya yang tak
pernah pergi,
hanya menunggu mereka
siap membuka mata.
Sebab aku bukan yang lenyap,
hanya yang setia
menunggu mereka
menemukan aku kembali.
Melbourne Square, Australia, 2012
/3/
Huruf yang Merambat ke Akar Ingatan
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku pernah ditanam di
tanah sunyi,
terkubur dalam debu yang
menghapus jejak.
Tak ada yang
mendengarku,
tak ada yang percaya,
namun diam-diam,
huruf-hurufku telah
merambat ke akar ingatan.
Mereka pikir aku telah
musnah,
tak ada lagi suara yang
menyebut namaku.
Tetapi kata-kata tak pernah
benar-benar mati,
ia hanya menunggu
musimnya kembali.
Dan pada waktu yang tak
mereka duga,
aku akan tumbuh dalam
rimbun makna,
meneduhi mereka yang
dulu menanamku
tanpa sadar bahwa aku
telah menjadi pohon.
Aku bukan kata yang
hilang,
hanya memilih cara
bertahan
yang berbeda.
Melbourne Square, Australia, 2012
/4/
Sungai Sampai Ujung Perjalanan
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku mengalir,
membawa dosa yang
bukan milikku,
menerima ceceran luka
yang mereka buang ke
dalam tubuhku.
Tapi tetap saja,
mereka menenggak airku
saat haus,
seolah lupa pada kotoran
yang mereka tumpahkan.
Aku bisa menjadi racun,
aku bisa memilih untuk
berhenti.
tapi jika aku berhenti,
siapa yang akan mengaliri
mereka?
Maka aku tetap mengalir,
bukan karena lupa,
bukan karena kalah,
tapi karena aku tahu—
di ujung perjalananku,
bukan aku yang akan haus,
melainkan mereka.
Yarra River, Australia, 2012
/5/
Warna yang Tidak Mati
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku adalah warna yang
mereka anggap
mengganggu,
merah yang mereka takuti,
biru yang mereka
singkirkan.
Mereka ingin aku pudar,
menjadi abu-abu yang
mereka anggap lebih
mudah diterima.
tapi warna tidak mati,
hanya menunggu waktu.
Dan saat dunia kehabisan
keindahan,
saat tembok-tembok
kosong menjadi jenuh,
mereka akan mencariku
kembali.
Dan ketika mereka bertanya,
“mengapa dulu kami membuangmu?”
aku hanya akan tersenyum,
karena aku tahu—
pemaafan terindah adalah
membiarkan mereka
menemukan sendiri kesalahan mereka.
Melbourne Square, Australia, 2012
/6/
Sungai yang Tak Pernah Lupa
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku mengalir tanpa mata,
tetapi aku melihat lebih
banyak daripada yang bisa
mereka ceritakan.
Aku membaca sejarah di
kedalaman tubuhku—
kapal-kapal karam yang tak
pernah dicatat,
tulang-tulang yang dilarung
tanpa doa.
Aku mengalir tanpa mulut,
tetapi aku menyimpan
kisah yang lebih pahit dari
air mataku sendiri.
Di dadaku, mereka
membuang janji-janji yang
tak mereka tepati,
menuliskannya dalam
lumpur,
mengira aku akan
melupakan mereka.
Tapi sungai tak pernah
lupa.
Aku hanya diam,
menunggu hari ketika
tanah tak lagi bisa
menyembunyikan
bangkainya sendiri.
Sampai mereka harus
menatap tubuhku yang
bening
dan melihat dosa mereka
mengapung di
permukaanku.
Yarra River, Melbourne,
Australia, 2012
/7/
Sungai yang Pemaaf
Puisi oleh Leni Marlina
[PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA]
Aku tahu berapa banyak
luka yang mereka buang ke
dalam tubuhku.
Aku tahu berapa banyak
dosa yang mereka titipkan
kepadaku,
mengira aku tak akan
bicara.
Mereka meminum airku,
lalu meludahkannya
kembali dengan racun yang
tak kuminta.
Mereka mencuci
tangannya di tubuhku,
lalu berkata bahwa akulah
yang kotor.
Aku bisa berhenti.
Aku bisa menjadi pisau
yang melukai mereka kembali.
Tetapi aku memilih untuk
tetap mengalir.
Karena aku tahu,
bahwa di ujung perjalananku,
bukan aku yang akan haus,
tetapi mereka.
Mereka akan mencari aku
lagi,
menangis di tepianku,
meminta setetes air yang
dulu mereka cemoohkan.
Dan aku akan tetap
memberi.
Bukan karena mereka
pantas,
tetapi karena memaafkan
adalah sungai yang lebih
dalam dari kebencian.
Yarra River, Melbourne,
Australia, 2012
———————————–
Info Singkat Mengenai Penulis dan Karyanya
Kumpulan puisi yang berjudul “Suara Sungai” di atas, yang terdiri dari puisi No. 1–7, awalnya ditulis secara bilingual (Inggris-Indonesia) oleh Leni Marlina pada tahun 2013, murni sebagai hobi pribadi dan koleksi pribadi. Saat itu, ia berada di masa pertengahan program Master of Writing and Literature (dengan fokus pada Kajian Sastra, Penulisan Kreatif, dan Sastra Anak) di Australia, dengan dukungan beasiswa dari pemerintah Indonesia. Bertahun-tahun kemudian, puisi-puisi ini ditinjau kembali, direvisi, dan untuk pertama kalinya secara bertahap diterbitkan melalui platform digital pada tahun 2025.
Leni aktif terlibat dalam dunia kepenulisan dan sastra, khususnya sebagai anggota Komuitas Penulis Indonesia (SATU PENA, cabang Sumatera Barat) sejak didirikan pada tahun 2022, serta sebagai bagian dari Komunitas Kreator Indonesia Era AI. Ia juga merupakan anggota Komunitas Penyair dan Penulis Sastra Internasional (ACC) di Shanghai, dan pada tahun 2024, ia dianugerahi peran sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Perjalanannya di dunia sastra mencakup keterlibatan sebelumnya dengan Victorian Writers Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia dengan penuh dedikasi mengajar sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Di luar bidang akademik dan sastra, Leni juga mendirikan dan memimpin sejumlah komunitas digital yang berfokus pada bahasa sastra, literasi pendidikan, dan pemberdayaan sosial. Komunitas-komunitas tersebut meliputi:
✨ 1. World Children’s Literature Community (WCLC) – https://shorturl.at/acFv1
✨ 2. Poetry-Pen International Community – Wadah bagi ekspresi puisi global
✨ 3. PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat) – Komunitas Puisi Inspirasi Masyarakat Indonesia. https://shorturl.at/2eTSB; https://shorturl.at/tHjRI
✨ 4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia) – https://rb.gy/5c1b02
✨ 5. Linguistic Talk Community – Ruang diskusi mendalam tentang bahasa
✨ 6. Literature Talk Community – Wadah bagi para pecinta sastra
✨ 7. Translation Practice Community – Menjembatani bahasa melalui penerjemahan
✨ 8. English Language Learning, Literacy, and Literary Community (EL4C) – Mendukung perkembangan bahasa dan literasi