Suksesnya Semarak Literasi Ranah Minang, 105 Pegiat Literasi Raih Penghargaan
Laporan Fenansus Ngoranmele
–
PADANG – Suaraanaknegerinews.com | Acara Semarak Literasi Ranah Minang yang digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025, di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat berlangsung sukses dan meriah. Ajang ini menjadi panggung apresiasi bagi para pejuang literasi di Ranah Minang. Sebanyak 105 pegiat literasi dari berbagai instansi menerima penghargaan atas dedikasi dan karya mereka dalam menggerakkan budaya baca-tulis.

Dalam sambutannya, Ketua Penyala Literasi Sumatera Barat, Eka Teresia, S.Pd., M.M., menekankan pentingnya sinergi antara komunitas dan pemerintah. “Sehebat apa pun organisasi atau komunitas, tanpa dukungan dari pemangku kepentingan pemerintah, organisasi tersebut takkan maju dan berkembang,” ujarnya.
Meskipun baru berusia satu tahun, Penyala Literasi Sumbar berhasil menunjukkan kekompakan dan kerja sama tim yang solid dalam menyukseskan acara ini. Aula Kantor Gubernur Sumbar pun dipadati peserta dan tamu undangan, sementara puluhan karangan bunga menghiasi halaman kantor. Semarak acara semakin terasa dengan beragam penampilan, mulai dari tarian tradisi, nasyid, hingga parade baca puisi.
Sebagai bukti nyata produktivitas para penulis, sebanyak 356 buku diluncurkan dalam acara tersebut. Hal ini menunjukkan betapa kayanya Sumatera Barat akan penulis-penulis hebat yang patut diapresiasi dan didukung agar terus berkarya.
Dukungan terhadap gerakan literasi ini juga datang dari berbagai daerah di luar Sumatera Barat, seperti Rizal Pandiya (pemilik Hati Pena Lampung), Lenang Manggala (pendiri Nyalanesia dari Solo), serta Paulus Laratmase (Direktur Eksekutif Santa Lusia Biak Papua). Kehadiran tokoh-tokoh nasional ini menambah bobot acara sekaligus memperluas jejaring literasi lintas provinsi.
Acara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumatera Barat yang mewakili Wakil Gubernur. Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumbar, serta Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat.
Di akhir acara, Eka Teresia kembali menegaskan pesan moralnya. “Piagam hanyalah secarik kertas, tetapi jadikan piagam yang diperoleh sebagai semangat untuk berbuat lebih banyak lagi untuk Ranah Minang,” ungkapnya penuh harapan.
Dengan capaian ini, Semarak Literasi Ranah Minang menjadi sebuah momentum penting, yang menegaskan bahwa literasi adalah fondasi peradaban, penguat identitas budaya, dan pintu menuju masa depan Sumatera Barat yang lebih maju.