Opa Ku di Biak Papua
Karya: Afiqa Carissa Makmur
–
Dari pulau Sumatera, aku memanggilmu bapak,
Bukan sekadar sebutan, tetapi juga rasa yang mendalam.
Kita berbeda suku, bahasa, dan budaya,
Namun hati dan pikiran kita terpadu dalam satu tujuan.
Semangatmu untuk memajukan negeri bergema,
Melintasi bukit barisan, menembus samudera,
Hingga tiba di ranah minang yang indah,
Menyemai harapan menebar benih kasih.
Engkau hadir, bukan sekadar sebagai pemimpin,
Tetapi sebagai seorang ayah
Yang mengenali potensi terpendam dari anak dan cucunya
Pewaris negeri ini.
Kau memberikan apresiasi tulus untuk karya sederhana kami,
Seperti embun pagi yang menyegarkan dahaga.
Kemarin, semangat literasi kami hampir padam,
Terkungkung dalam bisu dan keraguan yang mendalam.
Namun, kehadiranmu adalah percikan api yang membakar,
Menyalakan kembali bara yang hampir mati.
Engkau mengajarkan kami bahwa perbedaan bukanlah penghalang,
Melainkan mozaik indah yang memperkaya keberagaman.
Terima kasih, bapak, atas setiap motivasi,
Yang telah menginspirasi kami untuk terus berkarya,
Mengukir kata, merajut mimpi, demi masa depan bangsa.