Tampilkan Dua Lagu Religi, Lima GTK MAN Sawahlunto Semarakkan Pembukaan Pembelajaran Bulan Ramadhan
Sawahlunto, Suara Anak Negeri – Suasana penuh keceriaan menyelimuti halaman MAN Kota Sawahlunto pada Senin, 23 Februari 2026. Dalam rangka pembukaan Pembelajaran Ramadhan, lima Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tampil memukau membawakan dua lagu religi yang sarat makna, “Ramadhan” dan “Muhammad Mata Hari Dunia”.
Acara yang dihadiri oleh Kepala Madrasah Dafril, Tuanku Bandaro, unsur pimpinan Syafri Ervandi, Husein Alhafezz, Nofri Hendra, seluruh GTK, serta 390 siswa MAN Kota Sawahlunto itu berlangsung khidmat namun tetap hangat dalam nuansa kekeluargaan.
Lima GTK yang tampil adalah Kaur TU Yurmaini, Wakil Kurikulum Oky Loly Weny, Pembina OSIM sekaligus guru PKn Femita Maya Dona, guru Bahasa Indonesia Musriyeni, serta guru Seni Budaya dan Keterampilan Rita Elmiza. Mereka hadir bukan sekadar sebagai pendidik, tetapi sebagai seniman hati yang menyampaikan pesan-pesan spiritual melalui lantunan nada.
Dengan balutan semangat Ramadhan, kelimanya tampil kocak, cair, dan menyamankan suasana. Gurauan ringan yang mereka selipkan di sela-sela penampilan justru mempererat jarak emosional antara guru dan siswa. Gelak tawa dan senyum yang merekah menjadi tanda bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga transfer kebahagiaan.
Saat lagu “Ramadhan” dikumandangkan, suasana berubah menjadi syahdu. Lirik-liriknya menggema lembut di antara barisan siswa yang khidmat menyimak. Sementara itu, ketika “Muhammad Mata Hari Dunia” dinyanyikan, semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW terasa begitu kuat, menghadirkan getaran spiritual yang menyentuh relung jiwa.
Tepuk tangan meriah dan sorak gembira siswa membahana usai penampilan. Raut bangga terpancar dari wajah para guru dan pimpinan madrasah. Penampilan sederhana itu justru menghadirkan makna mendalam: kebersamaan, keteladanan, dan semangat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril, Tuanku Bandaro, memberikan apresiasi tinggi atas penampilan lima GTK tersebut.
“Ini luar biasa. Saya angkat jempol untuk kreativitas dan kekompakan bapak-ibu guru kita. Mereka tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga memberi teladan tentang bagaimana menyambut Ramadhan dengan kegembiraan dan cinta,” ungkapnya penuh bangga.
Menurut Dafril, momentum Pembelajaran Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembinaan karakter dan penguatan spiritual siswa. Penampilan para GTK menjadi simbol bahwa pendidikan harus menghadirkan keteladanan yang hidup dan menginspirasi.
Ia berharap, kegiatan Pembelajaran Ramadhan tahun ini mampu membentuk pribadi-pribadi yang lebih disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan mendalam terhadap nilai-nilai Islam.
“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kokoh secara spiritual,” harapnya.
Pembukaan Pembelajaran Ramadhan di halaman MAN Kota Sawahlunto itu pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjelma menjadi panggung kebersamaan, tempat guru dan siswa berdiri sejajar dalam harmoni nada dan doa menyambut bulan suci dengan hati yang lapang dan jiwa yang terang.