AKU INGIN TIDUR DI PANGKUANMU
Secangkir Kopi Cak Mus – 23
–
aku ingin tidur di pangkuanmu, rembulanku
seperti manjaku pada ibu, garwaku
sambil mendengar titis hujan senja ini
merdu membasuh letih dan sendu
memandang wajahmu sejuk bukit hijau
segar udara tanpa kontaminasi riuh bumi
lalu kisahku perjalanan mencari sejati
tentang kota-kota yang anggun kukuh
tentang taman-taman bebunga harum mencumbu
tentang gunung-gunung yang ramah memangku
tentang kopi filosofi menyesap pahit sunyi insani
ramai disergap sepi tiba-tiba larut malam
sendiriku nisan mengulur tali kepastian
menjerat tak berkutik hempasan
hingga akhir kuingin erat tangan
berdua
selalu saja tangisku melipur suaramu
untuk apa kembara jelajah jauh
jika sia-sia mengeranda bisu
tak ada sia-sia dalam hidup kita, bisikmu
manusiawi salah duka menyerbu
kita bertahan benteng amanat kukuh
aku ingin tidur di pangkuanmu, rembulanku
menghindari bumi keraknya menghitam
menimbunku gelap serentak kefanaan
semestinya aku membawa bekal
ia hilang dalam abai kalaku permainan
terlalu menghamba hiasan fatamorgana
dan bening matamu: aku akan selalu bersamamu
lelapku yakin kita pasti berdua
saling menutupi salah akhir pengadilan
Lamongan, 21 Februari 2026