April 17, 2026

Terengganu:, Cantik yang Berdenyut dalam Budaya

era3

Era Nurza

Di pesisir timur Terengganu
laut berbisik
Negeri Cantik Budaya Menarik Orangnya Baik Baik
bukan sekadar motto
melainkan napas yang mengalir di antara ombak dan senyum warganya

Langitnya biru bak kain sutra yang dibentangkan Tuhan
dan angin berlari ringan di antara pasar-pasar tua
Orang-orangnya menyapa dengan mata teduh
kata-kata mereka selembut pasir
tak pernah melukai telapak siapa pun yang datang

Di tepian kota berdiri gagah Jambatan Angkat Terengganu
jembatan yang bisa mengangkat dirinya
seperti harapan yang tak mau tenggelam
Ia tidak hanya sekadar baja dan kabel
melainkan simbol
bahwa pertemuan dan perpisahan
selalu punya cara untuk saling memahami

Saat senja turun perlahan
lampu-lampunya menyala seperti kunang-kunang modern
menggenggam sungai dalam pelukan cahaya
Anak-anak berlari remaja tertawa
dan waktu terasa santun berjalan di trotoar rapi

Aroma Keropok Lekor mengepul dari gerai sederhana
ikan dan tepung bersatu dalam kehangatan minyak
bak persahabatan digoreng oleh kesederhanaan

Gigitan pertamanya adalah cerita laut
gigitan berikutnya adalah kenangan
yang akan kau bawa pulang tanpa sadar
Terengganu tak berteriak untuk dikagumi
Ia cukup berdiri dengan rendah hati

Cantiknya bukan pada kemewahan
melainkan pada budaya yang dijaga seperti pusaka
Menariknya bukan pada gemerlap
melainkan pada jiwa-jiwa baik
yang menghidangkan senyum tanpa harga

Di negeri ini
ombak tak hanya menyentuh pantai
ia menyentuh batin
Dan siapa pun yang pernah singgah
akan tahu
Terengganu bukan sekadar tempat
ia adalah rasa
yang ingin selalu kembali

Tentang Penulis

Edrawati, M.Pd., dikenal dengan nama pena Era Nurza, adalah penulis, penyair, dan pendidik. Ia telah menerbitkan beberapa buku tunggal serta terlibat dalam lebih dari 50 antologi fiksi dan nonfiksi. Aktivitas literasinya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga menjangkau berbagai negara seperti Australia, Turki, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Era Nurza aktif dalam sejumlah komunitas literasi, antara lain WPI, PERRUAS, WPM, PLS, Satu Pena, SAN, Media Guru, PPP, dan KISI. Melalui karya dan pendidikan, ia konsisten menumbuhkan minat baca dan menulis, khususnya di kalangan generasi muda.

Kuala Terengganu, 14 Februari 2026