Tubuh yang Bicara
Yusufachmad Bilintention
Tanganku menari mencari arti
Dalam lembar diri atau hakikat sejati
Jemari memijat langit aksara
Menjelma rasa: duka dan bahagia bersetara
Mataku tajam setajam mata kucing
Menyisir jejak tikus yang beringsut pelan
Merambat lorong kuku-kuku menggigit
Kancing baju, cinta, dan harapan yang sempit
Hidungku mencium amis dan busuk
Ikan mati terbaring di jalan yang sunyi
Matanya berair, nasibnya terbungkus
Mulutnya menganga: air hidup kini tinggi
Langkah kaki terus berjalan
Menapaki sedih, gembira, nestapa, dan harapan
Lutut sesekali terkilir oleh hati yang tak sejalan
Pikir berkecamuk: modal besar, untung tak sebanding jalan
Tubuh berkata tiap hari bertambah
Tambun oleh tumpukan rasa dan santapan
Badan lemah, gerak lamban, berat meninggi
Hati dan pikiran tak lagi seiring harmoni
Surabaya, Minggu ke 4 September 2025