May 10, 2026
arif

Rasulullah ﷺ Bersabda :
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim) .
=================
KULIAH SHUBUH
Sabtu , 06 Desember 2025 (15 Jumadil Akhir 1447 H)

Oleh : Tb Mhd Arief Hendrawan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan anugerah aneka nikmat kepada setiap makhluk-Nya, kita merasakan nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, nikmat iman Islam dan ihsan, yang makin diamalkan makin tenang, tenteram, damai, harmoni, makin hidup dijalankan dengan akhlak mulia dalam berperilaku sehari hari.

Shalawat dan salam kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad ﷺ yang telah membawa ajaran Islam sebagai pencerahan bagi kehidupan manusia, sebagai pedoman kehidupan dunia untuk meraih keberuntungan hidup.

Semoga kita selalu istiqamah meneladani dan melanjutkan misi kenabian nya menyempurnakan akhlak budi pekerti manusia.
aamiin ya mujibus saa’iliin.

Marilah kita saling berwasiat iman dan taqwa kepada Allah Swt, sebab taqwa kunci kesuksesan kehidupan dunia dan kebahagiaan akhirat kelak.
Siapa yang bertaqwa diberi solusi dari berbagai masalah yang dihadapi, dilapangkan rezekinya dari sumber yang tak terhingga.
Semoga kita istiqamah di jalan kebenaran.
Aamiin.

Kesempatan yang baik ini, di sisa waktu umur kita , mari kita muhasabah, evaluasi diri, fokuskan target yang ingin kita raih baik urusan dunia maupun urusan akhirat.

Salah satu yang harus kita siapkan bekal akhirat tempat kembali semua manusia.
Derajat taqwa yang paling utama adalah menjadi orang yang paling mulia disisi Allah Swt.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,
Dari Jabir bin Abdullah semoga Allah meridhoi keduanya, sesungguhnya nabi shallallahu alaihi wa salam berkhotbah di hadapan pengunjung haji wada’ di waktu hari tasyrik:
“Wahai ummat manusia, ingatlah bahwa Tuhan kalian adalah satu, dan nenek moyang kalian juga satu.
Tidak ada kelebihan bangsa Arab atas bangsa non-Arab, juga bangsa non-Arab atas bangsa Arab; bangsa berkulit putih atas bangsa kulit hitam, juga bangsa kulit hitam atas bangsa kulit putih, kecuali karena ketaqwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan?”

Mereka para sahabat menjawab,:
“Rasulullah ﷺ. telah menyampaikan.”
(HR Ahmad).

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits tersebut diatas adalah :

>1. Pertama, ini adalah penegasan Nabi ﷺ saat khutbah Haji Wada’.
Dengan tegas Nabi ﷺ, menyatakan bahwa identitas ketaqwaan atau Islam itulah satu-satunya identitas yang ada; sementara identitas kesukuan, etnis dan bangsa semuanya telah dilebur dalam identitas keislaman.

Karena itu meski suku, etnis dan bangsa tertentu jumlahnya banyak, itu tidak menentukan kedudukannya di dalam Islam.
Yang menentukan adalah kualitas ketaqwaan atau keislamannya.

>2. Kedua, dengan demikian aspek dan faktor kesukuan, etnis dan bangsa yang menjadi penyebab lahirnya kelompok mayoritas dan minoritas jelas telah dihapus oleh Islam.

Sebabnya, siapapun sama kedudukannya di dalam Islam. Inilah yang juga ditunjukkan oleh Nabi ﷺ . ketika beliau mengangkat Muhammad bin Maslamah untuk menjadi pimpinan sementara di Madinah, selama Nabi ﷺ . tidak berada di tempat saat berperang.

Padahal Muhammad bin Maslamah bukan dari suku Quraisy.
Begitu juga Abu Bakar yang dari suku Quraisy menjadi Khalifah, menggantikan Nabi saw., meski suku Quraisy di Madinah merupakan suku minoritas karena yang menjadi pertimbangan bukan faktor kesukuan, tetapi ke-Islamannya.

>3. Ketiga, Rasulullah ﷺ datang salah satunya juga dalam rangka menghapus dan menenggelamkan superioritas suku dan kaum tertentu. Bagaimana tidak, hal ini terlihat dari fakta historis yang mengungkap bahwa aspek kesukuan pada masa itu masih sangat kental.

>4. Keempat, juga Islam datang salah satu juga dalam rangka menghapus adanya perbudakan dan penjajahan. Bagaimana tidak?
Hal ini terlihat dari fakta ajarannya dan perjalanan sejarah membuktikan, diantara sebagai ciri has ajarannya yaitu:
“Alinsan wal musawah atau persamaan harkat dan martabat”.
Karamatul insan atau memuliakan kehidupan manusia, kemerdekaan yang bertanggung jawab.

Al wahdah wal ukhuwah atau persatuan dan persaudaraan.
Fakta sejarah, dengan berjalannya waktu secara berangsur- angsur perbudakan lenyap dari negeri- negeri Islam.
Dan dalam sejarah Islam dan umatnya tidak pernah menjadi penjajah.

>5. Kelima, standar kemuliaan di sisi Allah adalah ketaqwaan.
Semakin tinggi tingkat taqwa seseorang maka semakin mulia pula dirinya di hadapan Allah. Merupakan hal yang disepakati dalam syariat bahwa yang membedakan antara seseorang dengan yang lainnya adalah ketaqwaan.

Allah Swt berfirman :
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan kami jadikan kalian bersuku – suku dan berbangsa – bangsa agar kalian saling mengenali. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling taqwa di antara kalian.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Teliti.” (QS. Al-Hujurat : 13).

Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah sebaik-baik peluang seindah- indahnya kesempatan memperbaiki kehidupan, menyempurnakan ikhtiar, mari kita doakan sanak saudara handai tolan yang sedang sakit diberi kesehatan kembali dan semoga dijauhkan dari bala bencana apapun .
Aamiin

Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته