Topeng Retak di Antara Kita
Era Nurza
–
Aku pernah percaya padanya
Teman yang kukira bening, ramah, dan ringan dibawa dalam langkah hidup
Ia selalu berbicara panjang, seolah dunia harus berhenti untuk mendengarkan satu suaranya saja
Yang ia mau hanya anggukan bahkan ketika kata-katanya jauh dari benar
Aku mencoba bertahan
Membiarkan diriku didikte demi menjaga tenang yang sebenarnya palsu
Namun ketika akhirnya kukatakan kebenaran, sekecil apa pun itu
ia meledak marah
Seolah jujur adalah dosa dan akal sehat adalah penghianatan
Di titik itu topengnya retak
Kebaikan yang dulu kupeluk ternyata hanya bayangan
Egoisme dan kesombongan menguap dari sikapnya
memperlihatkan jati busuk yang selama ini disembunyikan rapi
Aku belajar sesuatu hari ini
bahwa tidak semua teman adalah rumah
Kadang mereka hanya singgah untuk menang sendiri
dan aku meski sendirian tetap harus membela kebenaran
walau ia memilih pergi dalam amarahnya sendiri
Padang, 5 Desember 2025