Al-Anbiya’: Kisah Para Nabi
Ilustrasi: Pngtree/Arsiya Oganara
Oleh: Arsiya Oganara*
Suaraanaknegerinews.com – Surah Al-Anbiya’ artinya Nabi-Nabi yang mengutarakan kisah beberapa orang nabi. Nama ini sudah dikenal sejak zaman Rosulullah. Pada surah ini menyebut enam belas orang nabi.
Tidak ada satu surah dalam Al-Qur’an selain surah Al-An’am yang menyebut nama nabi sebanyak itu. Surah al-An’am menyebut delapan belas nama nabi, tetapi uraian yang menonjol tentang ternak (al-an’am) maka nama itu lebih popular baginya.
Surah ini merupakan surah kedua puluh satu dalam Al Qur’an terdiri dari 112 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.
Tema utama surah ini tentang kenabian, tauhid, dan kebangkitan. Ia diawali uraian tentang dekatnya kiamat serta kelengahan manusia terkait hal itu dan berpalingnya mereka pada ajakan kebenaran.
Adapun tujuan tema utama lainnya, membuktikan keniscayaan kiamat dan kedekatannya dalam arti maut dan kepastian perhitunagan amal manusia. Demikian tafsir Al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir Al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. Al-Anbiya (Nabi-Nabi) 21: 5 – 6,
Ayat 5, “Bahkan mereka berkata (juga) (Al-Qur’an merupakan) mimpi-mimpi kalut, malah dia mengada-ada, bahkan dia sendiri seorang penyair maka hendaklah dia mendatangkan kepada kita suatu ayat sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus”.
Ayat 6, “Tidak ada satu negeripun yang beriman, Kami telah membinasakannya sebelum mereka, maka apakah mereka akan beriman”.
Tafsir ayat5, kaum musyrikin menyatakan Nabi Muhammad saw orang biasa, Al-Qur’an adalah mimpi-mimpi kalut dan mengada-ada, ia juga seorang penyair. Jika Rosulullah seorang nabi, maka hendaknya ia mendatangkan mukjizat kenabian.
Lalu, tafsir ayat 6, kaum musyrikin sebenarnya sama dengan umat para nabi terdahulu yang meminta mukjizat-mukjizat indrawi. Ketika itu Allah swt mengabulkan keinginan mereka, maka kami telah membinasakan akibat keengganan mereka beriman.
Ya Allah, jadikan kami hamba-Mu yang selalu bersyukur. Kabulkanlah permohonan kami. Wallahu a’lam bishowab.
*Profil Penulis:
Arsiya Heni Puspita – Arsiya Oganara adalah nama penanya. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan hobi membaca dan travelling.
Hobi ini pula yang mengantarkannya menjadi Professional Journalist yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan Kompeten.
Juga Professional Tourist Guide and Professional Tour Leader, Licensed and Certified dari Disparekraf DKI Jakarta dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.
Saat ini mulai merambah ke dunia sastra dan kegemarannya menulis tersalurkan dengan menulis cerpen, puisi, puisi esai, dan lainnya.
Arsiya Oganara sangat senang bertemu dengan orang baru, persahabatan bisa dilakukan melalui medsosnya. FB: Arsiya Heny Puspita. IG: arsiyahenyhdl. Email: hennyarsiya@gmail.com.