May 26, 2026
anto skenario aduh

anto narasoma

(adegan satu)

aduh,
begitu kata ungkap
yang berkeliaran dalam skenario panggung pertunjukan pada malam tanpa cerita

lalu ia jatuh ke dalam kelam, yang menghitung-hitung pola permainan enam sosok pelakon yang meraung, aduh !

sebab,
tak ada luka,
tak ada pertikaian dalam darah, tapi mulut-mulut penampil menggoyang panggung, aduh !

: maka lampu pun padam !

suasana hitam begitu miskin dan pekat sedangkan suara-suara pelakon kehilangan wajah, tampil aduh
dengan busana dililit kain putih yang menyeringai tajam

satu satu cahaya tampil membuka suasana
maka sosok tua pun melangkah tertatih dalam adegan sepekat kornea matamu

ada titik-titik cahaya lampu satu satu beterbangan bagai kunang-kunang. lalu suara pelakon meraung mengejar kata ungkap, aduh yang tertidur dalam adegan pertama

kata aduh pun menggelinding di atas raungan sirine yang menyemangati permainan panggung dalam adegan kedua

(adegan kedua)

sosok-sosok penampil
menarik kain hitam pada latar belakang yang begitu pekat tanpa titik api

dalam edegan pertemuan yang absurd, wajahnya pun pucat pasih karena bertaburan kata-kata aduh di atas lakon eksperimental yang tercerai-berai

aduh,
begitu skenario menggiring peran pemain yang raib ke dalam gelap

maka,
dari berbagai ruang panggung dipeluk suasana, kata aduh-aduh berkeliaran di antara pemeran yang lupa bicara dalam naskah

lalu,
kata-kata siapa
yang tergeletak tak berdaya setelah ucapan aduh menyelinap ke balik kalimat yang lupa naskah pertunjukan aduh oh aduh !

Palembang
27 Februari 2025