April 18, 2026

Dari Warung Kopi Pinggiran Jalan Hingga Sky Lounge Hotel UNP: Sebuah Perjalanan Naratif dalam Dunia Jurnalistik

Oleh : Dafril, Tuanku Bandaro
Wakahumas MTsN 1 Kota Padang dan Mahasiswa Program Doktoral Study Islam S.3 UM Sumbar

Di pagi yang cerah, Jum’at, 30 Mei 2025, saya duduk di sebuah warung kopi kecil di depan Imam Bonjol, Padang. Suasana pagi itu begitu khas: aroma kopi yang pekat, suara mesin kopi yang berdengung, dan percakapan hangat para pengunjung. Namun, ada sesuatu yang lebih menarik perhatian saya pagi itu. Di sudut ruangan, empat sosok jurnalis terlibat dalam diskusi serius. Mereka adalah Paulus (Papua), Direktur Utama Media Suara Negeri; Anto Narasoma dari Palembang; Yusuf dari Palembang; dan Jaka dari Padang. Kata-kata mereka mengalir dengan lancar, penuh semangat, dan penuh wawasan.

Sebagai seorang penulis yang sedang mencari inspirasi, saya merasa terdorong untuk mendekat. Setelah memperkenalkan diri dan berbicara tentang minat saya dalam dunia tulis-menulis, percakapan kami semakin mengalir. Mereka berbagi pengalaman, tantangan, dan kebijaksanaan yang mereka peroleh selama berkarier di dunia jurnalistik.

Hari Minggu, 1 Juni 2025, saya mendapat kesempatan istimewa untuk belajar dan mengasah ilmu jurnalistik bersama Paulus, sosok hebat sekelas tokoh nasional di Sky Lounge Hotel UNP Padang. Tempat ini, yang terletak di Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Barat, menawarkan pemandangan kota Padang yang memukau. Dengan desain modern dan suasana yang nyaman, Sky Lounge menjadi tempat yang sempurna untuk berdiskusi dan berbagi ide.

Di sana, saya belajar banyak dari Bapak Paulus tentang dunia jurnalistik. Beliau adalah sosok yang terbuka, fleksibel, dan selalu mendorong orang lain untuk berpikir kritis dan kreatif. Diskusi kami mencakup berbagai topik, mulai dari etika jurnalistik, tantangan media digital, hingga pentingnya menjaga integritas dalam menulis.

Pengalaman ini membuka cakrawala saya tentang dunia jurnalistik. Dari sebuah warung kopi sederhana di pagi hari hingga berdiskusi di Sky Lounge yang megah, saya menyadari bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Yang terpenting adalah kesiapan kita untuk mendengarkan, belajar, dan terus berkembang.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Paulus, Anto, Yusuf, dan Jaka atas kesempatan berharga ini. Semoga perjalanan ini menjadi awal dari banyak kolaborasi dan karya-karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.