April 17, 2026
gambar debu dan masjid Ampel di Surabaya

Yusuf Achmad

Debu terbang di udara, menggantung di benakku yang terlupa.
Dosa merayap di hatiku, berkat menyapa di pelataran makam Ampel.

Ingat menyala di mataku, ruang terbuka di dadaku.
Air menguap di gentong Ampel, air keramat menyegarkan jiwaku.

Hilang tak kembali di dunia, hidup penuh misteri di sana.
Hirup tak cukup di sini, duka tak terobati di mana.

Hati terluka oleh cinta, sendiri terasing oleh rintang.
Derita tak berujung oleh nasib, cinta tak bertepi oleh cita.

Bersama tak pasti oleh waktu, nasib tak terbaca oleh takdir.
Karib tak terlihat oleh debu, lagi tak habis-habis oleh nafsu.

Syukur tak cukup-cukup sudah, tertantangkah debu itu?
Mati tak terelakkan oleh Illahi, Illahi tak terjangkau oleh debu.

Nyamplungan lagi dan lagi, kampung padat penuh debu,
Debu-debu penuh makna, makna-makna penuh tanya.

Tanya-tanya dan tanya, tertantangkah debu itu?
Seperti angin tak pernah berhenti berhembus, debu-debu ini adalah saksi,
perjalanan hidup penuh misteri.

Surabaya, 3-11-2023