Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Episentrum Jiwa, Sahabat Sejati

Oleh : Eka Teresia, M.M.

Sepanjang masa, ada diksi yang tak lekang oleh waktu, terukir dalam kanvas perjalanan karier dan hati . Guru BK sahabat sejatiku waktu itu . Frasa ini bukan sekadar kiasan manis di masa menjadi guru honorer , melainkan sebuah kontrak batin yang melintasi jenjang dan jabatan.

Ingatan ini membawa ku kembali ke masa lalu Ruang BK sering menjadi labirin pencarian diri. Di sana, para Guru BK silih berganti hadir—sejumlah nama, sejumlah wajah, namun semuanya meninggalkan jejak yang sama: empati tanpa batas dan kebijaksanaan yang menuntun.

Persahabatan kami bukanlah drama musiman yang berguguran ditelan kesibukan. Ia adalah akar yang menancap dalam. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada tirai formalitas. Yang ada hanyalah kehangatan murni.
Persahabatan kami adalah fondasi yang kokoh. Bayangkan, dua puluh tahun tak bertemu secara fisik tidak mengubah frekuensi getaran batin kami sedikit pun. Jarak hanya hitungan kilometer, namun hati selalu berdekatan.

Mereka datang dan pergi..Setiap Guru BK membawa pesona dan peran uniknya. Setiap pergantian adalah cerita baru yang tersemat indah, dan semua namanya tinggal di hati ini.

Takdir kehidupan memang telah mengantarkan kami pada kebahagiaan masing-masing, dengan keluarga dan karier yang gemilang. Namun, setiap kali roda kehidupan membawa mereka kembali ke Padang, ritual itu tak pernah absen. Telepon berdering, suara ceria menyambut: “Kakak di mana? Kami Rindu Kakak.”

Alhamdulillah, sebuah anugerah tak ternilai rasanya menjadi sosok ‘kakak’ yang dirindukan. Itu adalah penegasan bahwa interaksi sosial bukan hanya tentang kurikulum dan administrasi, tetapi tentang hati ke hati, tentang menanamkan jejak kemanusiaan dan persahabatan yang abadi. Sahabat kan tetap di hati, penanda bahwa keindahan profesionalisme dan kehangatan personal dapat menyatu sempurna.

Padang ,6 November 2025