Hening yang Tersayat
Oleh Era Nurza
–
Sudut malam, enggan pulang
kupeluk sepi seperti sahabat lama
di mana nyeri paling dalam
bersembunyi tanpa suara
Langit menggantungkan bayang luka
di antara desir angin dan desir dada
ada getir yang tak sempat kuterjemah
menjadi tangis
karena dunia terlalu bising untuk mendengar
jerit yang bisu
Kupijak waktu dengan langkah genting
menghindari retak yang kutinggalkan sendiri
Namun jejaknya memburu
seperti kabut yang tak pernah benar-benar
pergi melekat di sela napas
menggerogoti bening mata yang pura-pura kuat
Aku, adalah puing yang menyusun dirinya sendiri
dari serpih cahaya
dan reruntuhan peristiwa
Tapi tak semua terang sanggup memulihkan
sebab beberapa luka
memilih menetap
Dan malam, ah …malam
ia selalu tahu
bahwa hening pun bisa tersayat
oleh kenangan yang tak kunjung sembuh
meski waktu terus menjahitnya
dengan benang harapan
Padang, 29 Mei 2025
Edrawati, M.Pd. nama pena Era Nurza berasal dari Padang. Baginya, menulis bukan sekadar hobi, tapi cara abadi untuk meninggalkan jejak. Setiap kata adalah luapan jiwa, cermin perasaan yang tak selalu bisa diucap. Menulis menjadi ruang bebas untuk menyimpan kenangan, merawat luka, atau sekadar bicara dengan diri sendiri, dan tulisan hari ini bisa jadi pelukan hangat untuk hari esok.
WA 08126757708