Kabur Aja Dulu
Ilustrasi: Meta AI/Arsiya Oganara
Sebuah Puisi oleh Arsiya Oganara*
Kabur Aja Dulu, tiga kata ini mewarnai lndonesia Februari Dua Ribu Dua Puluh Lima.
Zamrud khatulistiwa berduka. Hijau warnamu tiada menyejukkan mata. Kehangatan mentari tiada lagi terasa.
Penguasa negara enam puluh dua menikam pemuda. Rakyat terluka, kecewa, dan marah karenanya.
Suasana politik dan ekonomi menghimpit warga. Namun, penguasa terus saja menorehkan luka semakin dalam.
Pengurangan anggaran tuk efisiensi neraca justru menuju jalan ke neraka. Panas, haus, dan dahaga.
Ibu Pertiwi, tetesan air matamu membasahi bumi. Anak-anakmu tiada terlindungi di negeri sendiri.
Merah Putih seakan enggan berkibar di udara surga dunia. Negeri Seribu Pulau menagis pilu.
Kabur aja dulu, tanda kecewa. Akankah mereka kembali?
Kabur aja dulu, tanda kecerebohan pengusasa. Tiada kembali lagi, lndonesia merugi!
Penguasa, sadarlah! Penguasa, berpihaklah pada rakyatmu!
Indonesia Jaya!
Bandar Lampung, 22 Februari 2025
*Profil Penulis:
Arsiya Heni Puspita – Arsiya Oganara adalah nama penanya. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan hobi membaca dan travelling.
Hobi ini pula yang mengantarkannya menjadi Professional Journalist yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan Kompeten.
Juga Professional Tourist Guide and Professional Tour Leader, Licensed and Certified dari Disparekraf DKI Jakarta dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.
Saat ini mulai merambah ke dunia sastra dan kegemarannya menulis tersalurkan dengan menulis cerpen, puisi, puisi esai, dan lainnya.
Arsiya Oganara sangat senang bertemu dengan orang baru, persahabatan bisa dilakukan melalui medsosnya. FB: Arsiya Heny Puspita. IG: arsiyahenyhdl. Email: hennyarsiya@gmail.com.