April 17, 2026
Lika-Liku Hati, Masa Kecil, Bila Aku Seorang Ayah, Andai Aku Pembelajar Puisi, Ingin Kulukis, Seperti Pelangi, Dengan Langkah yang Mantap, Duhai Cahaya

Yusuf achmad

Masa Kecil

Bak pelukis dengan kuas yang kaku,
Warnaku hanya putih belaka.
Aku penikmat sastra yang buntu pikiran,
Hilang fokus, terjebak dalam hampa.

Bila Aku Seorang Ayah

Kehilangan bahagia,
Karena anak durhaka tak tahu arah.
Jika aku seorang istri,
Kehilangan cinta sejati,
Karena butanya cemburu durjana.

Andai Aku Pembelajar Puisi

Karya indah hanya sebatas angan,
Di dalam lamunan yang tak bertepi,
Terjebak dalam mimpi yang tak pasti.
Tak nayata, hanya ilusi

Ingin Kulukis

Sabdamu dalam sanubari,
Ingin kuapresiasi dalam laku sehari-hari.
Ingin kudidik diri seperti mendidik anak sendiri,
Ingin kuejawantahkan cintamu dalam waktu petang dan dini.

Ingin kuabadikan bukan hanya puisi basi,
Tapi laku hati menyatu jadi amal sejati.
Duhai bening hati,
Menjelmalah engkau dalam diri.

Seperti Pelangi

Yang menghiasi langit kelabu,
Warnai hidupku dengan segala rindu.
Biar keluh kesah dan nestapa lenyap pergi,
Menjauh dari sanubari yang rapuh ini.

Dengan Langkah yang Mantap

Dan hati yang terbuka,
Aku ingin melangkah tanpa ragu dan dusta.
Bawa pesanmu dalam setiap desah nafas,
Meniti jalan hidup dengan penuh bekal ikhlas.

Duhai Cahaya

Yang tak pernah redup,
Terangilah jalan hidupku yang penuh liku.
Biar cinta dan kasihmu menjadi penuntun,
Dalam setiap langkah dan jejak yang kutempuh.