Pemimpin Yang Taat Mendatangkan Selamat
KAMIS 15/1/2026
Pekan Biasa I (H)
– 1 Samuel 4:1-11
– Markus 1:40-45
Dua anak Eli, yaitu Hofni dan Pinehas, adalah imam yang melayani kurbah untuk Tuhan di Silo (tempat Tabut Perjanjian berada). Tetapi, Hofni dan Pinehas hidup suka-suka dan tidak taat pada hukum Tuhan.
Dalam “1 Samuel 2:12-17” dikatakan bahwa Hofni dan Pinehas sebagai imam tidak mengindahkan Tuhan (ayat 12), melanggar batas hak para imam (ayat 13), mengancam melakukan kekerasan (ayat 14) dan memandang rendah kurban untuk Tuhan (17). Apa akibatnya?
Saudari – saudara terkasih.
1). Akibat dari para pemimpin (para imam) yang hidup menurut suka itu ialah Israel (dua kali) mengalami kekalahan besar dalam perang melawan bangsa Filistin.
2). Kekalahan itu juga karena Israel tak mau memperbaiki relasi dengan Tuhan, memandang perilaku dursila Hofni dan Pinehas sebagai hal biasa serta terlambat taat pada Tuhan. Israel bukan hanya kalah, tetapi juga Tabut Perjanjian direbut bangsa Filistin. Bahkan Hofni dan Pinehas pun tewas di tangan bangsa Filistin.
Suatu bangsa kuat dan selamat atau tidak, tergantung pada pemimpinnya. Kalau pemimpinnya hidup suka-suka, tidak taat aturan (hukum), tunjuk kuasa melebihi Tuhan, tak mau sadar kelemahan, tak mau bertobat perbaiki diri dan perbaiki seluruh sistem hidup; maka bangsa seperti itu sedang menuju kehancuran. Semoga Tuhan menolong. Amin.
P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Thursday, January 15, 2026