Riuh yang tak Pernah Usai
Era Nurza
–
Aku berdiri
di antara langkah-langkah muda
yang berlari mengejar jam masuk
membawa ransel berisi mimpi dan setumpuk PR yang tak selesai
Tawa pecah seperti kembang api di siang bolong
panggilan nama berhamburan di udara
dan tatapan-tatapan penuh rahasia
menyusup di sela obrolan yang tak ingin guru dengar
Di antara mereka
aku seperti titik kecil di peta yang luas
menyaksikan dunia tumbuh
dari sepasang sepatu robek
dan buku yang warnanya mulai pudar
Kerumunan itu mengajariku
bahwa perjalanan tidak selalu tenang
kadang harus berdesakan
kadang terselip di sudut yang sunyi
namun selalu bergerak
selalu menuju sesuatu yang mereka sebut masa depan
Padang, Agustus 2025