Satu Hadiah – Dendrobium Phalaenopsis
Yusuf Achmad
Untuk Paulus Laratmase
Temanku Sisco atau Fransiskus bertemu dalam mimbar ilmu,
Tinggal di Malang, tempat sejarah torso Chairil Anwar.
Lalu datang Paul, suara kami pertama kali bertemu
melalui telepon jadul,
Dentang gereja Kristus Raja di dekat kampungku terdengar,
Kuhitung, tak sepadan dengan beduk langgar,
Perjumpaan itu kurang dari usia Dendrobium Phalaenopsis yang mekar.
Ini adalah puisiku berikutnya,
Setelah puisiku tentang mereka sudah tercipta,
Para kesatria kata, kalimat bahkan deretan makna dalam rasa,
Melanglang atau menggalang satu rasa beda daerah, ku tak pernah,
Sering di rumah bagai katak dengan tempurungnya,
Karunia para lumut dari Palembang, Padang bahkan di puncak Jaya Wijaya.
Ilmu, pelangiku kian berwarna-warni,
meski diri masih buta akan arti,
Persahabatan bahkan persaudaraan antar anak negeri,
Warnaku bertambah coklat, menguning sendiri.
Dendrobium Phalaenopsis kau hadiahkan saat Malang berjumpa Nyamplungan
dan Nusa Tenggara, di ruang tak sepi.
Sungguh, Dendrobium Phalaenopsis tidak saja indah dan menawan hati,
Namun sejati, di balik kelembutannya memancar kekuatan hakiki,
Meski saat menaiki mobil, hatinya menggigil karena lajunya gila.
Menuju gulai racikan istri, tenang menanti tuk dicicipi,
Giginya menginjak kambing, si empunya Dendrobium Phalaenopsis berbudi tinggi.
Dendrobium Phalaenopsis adalah lambang persahabatan tanpa antara,
Bukan antara Surabaya – Padang – Papua,
itu adalah garis panggilan jiwa, penuh arti.
Catatan: Dendrobium Phalaenopsis – Anggrek ini memiliki bunga berwarna ungu yang indah dan menjadi flora identitas Provinsi Maluku
Surabaya, 27-2-2025