“Negeri yang Memburu Bayangannya Sendiri”
ANTHOLOGI SATIR REPUBLIK: Karya: Rizal Tanjung - I – Prolog Bayangan Negeri (tentang asal mula korupsi sebagai dosa pertama kekuasaan)...
ANTHOLOGI SATIR REPUBLIK: Karya: Rizal Tanjung - I – Prolog Bayangan Negeri (tentang asal mula korupsi sebagai dosa pertama kekuasaan)...
(Sebuah Renungan Puitis atas Pahlawan, Dosa, dan Kemanusiaan Bangsa) Oleh: Rizal Tanjung - Sebuah Negeri yang Berdiri di Atas Tanda...
Oleh: Rizal Tanjung - Di Tengah Riuh Sejarah Bangsa ini telah terlalu sering menulis sejarah dengan tinta emosinya sendiri —...
(Sebuah elegi untuk republik yang menuduh dirinya sendiri bersalah) Oleh: Rizal Tanjung - Di negeri yang pernah dijanjikan menjadi taman...
Oleh: Rizal Tanjung - Di sebuah pagi Jakarta yang diselimuti kaca dan logam, suara dari selatan datang — bukan dengan...
Oleh: Rizal Tanjung --- 1 — Pantai yang Tak Pernah Tidur Laut memanggilku dengan suara yang pernah kukenal— bukan ombak,...
Essay by Leni Marlina - There are moments when a poem is not merely read but deeply felt. The Silent...
Oleh: Rizal Tanjung - Di suatu pagi yang tak lagi jernih, ketika matahari sastra masih berdebu oleh kepentingan, terdengar kabar...
By: Rizal Tanjung - He walked across the barren plain of discourse— an old donkey, bearing a mountain of books...
by Rizal Tanjung - He is not merely a beast of burden, but an icon of an age that has...