April 17, 2026

Dialog Harmoni di Taman Nusantara: Kisah Obrolan dengan Bang Paulus Laratmase

tr

Ilustrasi: Dialog Harmoni di Taman Nusantara (lukisan karya Gunawan Trihantoro menggunakan asisten AI)

Oleh: Gunawan Trihantoro

Keragaman adalah kenyataan hidup yang tak terhindarkan di Indonesia, dan di dalamnya tersimpan potensi besar untuk membangun kehidupan yang harmonis. Melalui dialog, pemahaman, dan saling menghargai, harmoni di tengah perbedaan dapat dirajut. Ini adalah pelajaran penting yang saya dapatkan dari obrolan dengan Bang Paulus Laratmase, seorang aktivis dari Papua yang konsisten memperjuangkan inklusivitas dan moderasi dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

Saya belum pernah bertatap muka langsung dengan Bang Paulus hingga hari ini. Perkenalan kami berawal dari rekomendasi Mba Swary Utami Dewi, yang memperkenalkan saya kepadanya ketika saya hendak mengirimkan tulisan ke suaraanaknegerinews.com. Dari sekadar saling berbalas tulisan, kami mulai menjalin komunikasi yang lebih intens dan dalam, membahas berbagai hal terkait kehidupan sosial, agama, hingga nilai-nilai kebangsaan.

Harmoni di Tengah Keragaman

Dalam percakapan kami yang sering kali terasa ringan namun sarat makna, Bang Paulus berbicara banyak tentang pentingnya harmoni di tengah keragaman. Sebagai seorang yang tinggal di Papua, salah satu daerah dengan keragaman budaya yang kaya, dia sangat memahami betapa pentingnya inklusivitas dan penerimaan terhadap perbedaan.

Bang Paulus mengajarkan bahwa harmoni tidak terjadi dengan sendirinya. Ia adalah hasil dari proses dialog yang terbuka, di mana setiap individu atau kelompok dengan latar belakang berbeda dapat saling mendengarkan dan memahami. Bagi Bang Paulus, penting untuk tidak hanya memahami perbedaan, tetapi juga merayakannya sebagai bagian dari keindahan Taman Nusantara.

Moderasi Beragama sebagai Kunci Harmoni

Salah satu tema utama dalam obrolan kami adalah moderasi beragama. Menurut Bang Paulus, moderasi beragama adalah pendekatan yang menjaga keseimbangan antara keyakinan pribadi dan toleransi terhadap keyakinan orang lain. Ia melihat moderasi sebagai jalan tengah yang memungkinkan orang dari berbagai latar belakang agama untuk hidup berdampingan dengan damai.

Moderasi bukan hanya berarti bersikap toleran, tetapi juga aktif terlibat dalam dialog antaragama dan antarbudaya. Melalui pendekatan ini, Bang Paulus percaya bahwa kita dapat menciptakan ruang-ruang pertemuan yang memperkuat kebersamaan, bukannya memperbesar jurang perbedaan.

Dalam beberapa kesempatan, obrolan kami sedikit menyinggung tentang politik dan organisasi, namun Bang Paulus selalu membawa diskusi kembali ke inti: pentingnya menjaga harmoni di tengah-tengah perbedaan, baik dalam ranah agama maupun sosial. Baginya, politik adalah alat, tetapi harmoni dan kebersamaan adalah tujuan utama.

Membangun Kebersamaan dalam Perbedaan

Salah satu pelajaran penting dari obrolan kami adalah pentingnya membangun kebersamaan dalam perbedaan. Bang Paulus menekankan bahwa perbedaan, baik dalam suku, budaya, agama, maupun pandangan politik, adalah sebuah anugerah yang memperkaya Taman Nusantara ini. Taman yang beragam ini, menurutnya, dapat terus tumbuh subur jika kita mau menanam benih dialog dan saling pengertian.

Indonesia, dengan segala kekayaan budayanya, membutuhkan lebih banyak ruang untuk dialog seperti yang sering dilakukan Bang Paulus. Ia percaya bahwa melalui dialog, kita dapat memahami perspektif orang lain dan menemukan jalan tengah yang mempersatukan. Setiap perbedaan, baik besar maupun kecil, harus dihargai dan dijaga dengan penuh rasa tanggung jawab.

Harmoni di Taman Nusantara

Indonesia sering diibaratkan sebagai Taman Nusantara, tempat di mana berbagai macam bunga tumbuh berdampingan, menghiasi dan memperkaya tanah yang sama. Taman ini tidak bisa dipelihara dengan sikap eksklusif atau menutup diri dari perbedaan. Sebaliknya, kita harus merawatnya dengan sikap inklusif, moderat, dan penuh kebersamaan.

Bang Paulus, melalui dialog yang sederhana namun mendalam, telah menunjukkan bahwa kunci menjaga keindahan Taman Nusantara ini adalah moderasi dan keterbukaan terhadap dialog. Harmoni, menurutnya, tidak bisa dicapai dengan sikap keras atau ekstrem, tetapi dengan hati yang lembut dan pemikiran yang moderat.

Bagi Bang Paulus, setiap individu di Taman Nusantara ini adalah bagian penting dari kebersamaan yang harus dirawat. Setiap bunga, dengan warnanya yang berbeda, turut memperkaya keindahan taman ini. Melalui dialog, kita dapat memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan kita sebagai bangsa.

Kesimpulan

Obrolan dengan Bang Paulus Laratmase telah memberikan saya pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya moderasi dan dialog dalam merawat kebersamaan di Indonesia. Keragaman yang ada di negeri ini adalah kekayaan yang harus dirayakan, dan harmoni di tengah keragaman adalah tujuan yang harus terus diperjuangkan.

Sebagai seorang aktivis yang gigih dalam memperjuangkan inklusivitas, Bang Paulus menunjukkan bahwa moderasi beragama bukan hanya penting untuk menjaga toleransi, tetapi juga untuk merajut harmoni di Taman Nusantara ini. Melalui dialog, kita bisa membangun kehidupan yang damai, di mana setiap perbedaan dihargai dan setiap suara didengar. Taman Nusantara akan terus tumbuh indah, selama kita terus menjaga kebersamaan dalam perbedaan.

_______
Penulis adalah pegiat Satupena dan Kreator Era AI Jawa Tengah, dan penulis buku-buku Moderasi Beragama, tinggal di Blora.